KEBUTUHAN PRIMER
01 Oct 2024 09:36 • 889 dibaca
Sajian Utama Edisi Oktober 2024.
Oleh : Muhammad Irfan Zidny.
Manusia harus menjaga kualitas kebutuhan primer, sekunder dan tersiernya. Sepanjang hidup, mereka berusaha memenuhi tiga hal tersebut. Kehancuran dalam menjalani kehidupan seringkali disebabkan sangat konsumtif terhadap tersier, tapi sangat abai kepada sekunder, bahkan primer. Ini berakibat fatal, yaitu kehidupan yang nihil dan tidak bernilai.
Ayat Al Quran tidak akan pernah lepas dari salah satu dari dua hal; menjelaskan sesuatu kepada manusia, atau penjelasan "tentang manusia". Kata pertama dalam wahyu tuntunan kehidupan adalah "membaca". Membaca tidak terbatas melihat teks-teks buku, melainkan bermakna sangat luas, dengan kata lain, kebutuhan manusia terhadap "bacaan" itu tidak kalah primer dengan kebutuhan terhadap minum-makan.
Aktivitas membaca tidak melulu menggunakan indera mata, ia bisa lakukan dengan seluruh panca indera, pikiran, dan hati. Sebagai contoh bacaan terbaik adalah "membaca" kebesaran tuhan, "membaca" kasih sayang-Nya, karunia-Nya, kemuliaan-Nya, dan lain sebagainya. Contoh lain diantaranya: "membaca" situasi, "membaca" keadaan, "membaca" permasalahan untuk mendapatkan solusi, "membaca" kehidupan, sehingga pada dasarnya, kehidupan manusia yang terus berputar antara perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan solusi tidak akan pernah lepas dari "membaca".
Makan-minum bergizi sangat dibutuhkan sebagai upaya mencerdaskan bangsa, tapi akan menjadi sangat sia-sia jika tidak suntik dengan bacaan-bacaan bergizi tinggi. Sebagian mungkin berpendapat bahwa hasil dari "membaca" itu tidak bisa dilihat mata, tapi para logikawan bersepakat bahwa: segala hal yang tidak kasat mata itu lebih luas daripada yang mampu dijangkau mata.
Wallahu a'lam.

Komentar