BreakingUpdate kegiatan pesantren, kajian, pengumuman, galeri, dan agenda terbaru tersedia di Portal Qotrun Nada.
Info
🔴 🔴
Sajian Utama

ISI DAN KULIT

05 Oct 2022 15:00 • 1130 dibaca

 

Oleh : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc.

Sajian utama edisi oktober 2022

 

Agama Islam memiliki banyak ritual keagamaan. Rasa kebahagiaan dan suka cita selalu kita rasakan ketika memandang mereka yang melakukan ritual-ritual tersebut. Bahkan doa terbaik selalu kita panjatkan semoga Tuhan menjaga mereka. Jika bukan karena mereka yang selalu setia menjaga ritual keagamaan, niscaya anak cucu kita tidak akan mengenal dan mencintai ritual keagamaannya. Ritual atau dalam bahasa Arab disebut Syiar adalah hal yang harus selalu kita jaga, bahkan dalam Al Quran Allah mengingatkan bahwa barang siapa yang menghormati dan menjaga Syiar Agama Islam maka hal tersebut adalah tanda Taqwa dalam hatinya.

 

Menjaga syiar memang penting dan wajib, tetapi ada yang lebih penting dari itu, yaitu menjaga esensi. Esensi dan makna dari kewajiban-kewajiban yang diperintahkan kepada kita harus selalu kita jaga. Berapa banyak orang yang mencium mushaf sebagai tanda penghormatan kepada Al Quran, akan tetapi menghina dan tidak peduli terhadap sesamanya. Berapa banyak dari kita yang sholat tapi lupa tuhan, zakat tapi lupa sesama, puasa tapi mencaci, dan haji tapi lupa akan rintihan saudaranya. Dimanakah posisi kita sebenarnya? Menegakkan Syiar Agama atau perlahan menghancurkannya?!. Agama lahir atas dasar kasih sayang. Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam diutus untuk menata konsep dan praktek kasih sayang. Makna dari diutusnya Beliau Shallallahu Alaihi wasallam adalah menumbuhkan kasih sayang dalam jiwa dan lubuk hati kita. Beliau mengingatkan hendaknya kasih sayang dilakukan menyesuaikan tempat dan waktu. Dengan diutusnya Beliau, maka sempurnalah konsepsi kasih sayang yang sebenarnya.

 

Dikisahkan bahwa Salah seorang ulama pada zaman dahulu menaruh lonceng kecil di sandal wudhunya. ketika ditanya akan hal itu beliau menjawab maksudnya adalah ketika beliau akan wudhu maka lonceng itu akan berbunyi mengingatkan serangga-serangga kecil yang ada disekitar tempat wudhu agar pergi sehingga tidak hanyut tenggelam di air wudhu beliau.

Ada pula seorang ulama besar yang hidup dizaman kita ketika beliau membersihkan rambutan dari semut-semut beliau berkata: wahai semut, maafkan saya, ridhoi saya.

 

Wajib bagi kita untuk melaksanakan segala perintah Allah dan Rasul-Nya dalam Syiar-syiar Agama, tapi yang tak kalah penting demi tercapainya Sifat Kasih Sayang (Rahmat) adalah bagaimana kita menjaga Esensi dari segala perintah tersebut. Banyak dari kita yang paham cara menjaga "kulit", tapi hanya segelintir manusia yang diberikan anugerah dan ilham dari Tuhan untuk menjaga "isi" dari kulit tersebut. Wama Arsalnaaka Illa Rahmatan Lil Alamin.

Wallahu A'lam.

Komentar

Tinggalkan Komentar