Ayah dan Ibunda Rasulullah menurut Al Quran.
10 Aug 2022 14:08 • 25126 dibaca
Oleh : Gus Muhammad Irfan Zidny Lc.
Kajian edisi Agustus 2022.
Kebenaran harus dibuktikan dengan data terkuat. Fanatisme buta berarti cacat secara logika. Al Quran adalah neraca kebenaran; dengannya kebenaran dapat dibuktikan secara falid. Semua keilmuan didunia bersumber dari isi kandungan Al Quran.
Ayahanda dan Ibunda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah penghuni surga firdaus; mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.
Berikut ayat-ayat Al Quran yang menjadi landasannya:
Satu;
Surat asy syu'ara ayat 219. Al Imam Al hafidz Al haitsami menyebutkan bahwa Sayyidina Ibn Abbas berkesimpulan tentang ayat ini: Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dititipkan dari Sulbi seorang nabi, yang kemudian dititipkan lagi kepada sulbi seorang nabi, sampai kepada Engkau (Rasulullah) (dari Sulbi Abdullah). Diriwayatkan oleh Imam Al Bazzar dan Imam Thabrani, dengan kualitas perawi sangat baik.
Dua;
Surat al kahfi ayat 51. Imam ibn jarir at thabari meriwayatkan dari Sayyidina Qatadah, beliau memaknai ayat tersebut: Allah tidak akan menjadikan orang yang tersesat sebagai penolong dalam agama. Imam Al Qurtubi menguatkan makna tersebut dengan bukti yaitu surat Al Qashash ayat 35.
Tiga;
Surat at taubah ayat 28. Imam Fakhruddin Ar Razi dalam karya beliau berjudul Asrar Tanzil berkata: Rasulullah Shallallahu Alaihi wasallam bersabda: (cahayaku dipindahkan dari sulbi-sulbi yang suci kepada rahim-rahim yang suci pula), maka kesimpulannya adalah tidak ada satupun dari Kakek-Nenek nya Nabi kecuali mereka beriman kepada Allah. Begitulah kesimpulan Ar Razi.
Masih ada beberapa ayat al Quran yang merupakan fakta dan bukti kuat bahwa Ayah-ibu baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan tidak menyekutukan Allah.
Wallahu a'lam.

Komentar